Alodokter  |  Informasi Kesehatan Terlengkap dan Terpercaya

Ketahui Penyebab Perut Kedutan di Sini!

Penyebab perut kedutan bisa beragam, di antaranya karena ketegangan otot, dehidrasi, dan terlalu banyak mengonsumsi kafein. Kedutan pada perut biasanya bukan pertanda kondisi medis serius. Meski demikian, perlu diwaspadai jika kondisi tersebut sudah mulai mengganggu aktivitas, terlebih jika disertai dengan munculnya gejala lain, seperti nyeri perut.

Perut kedutan merupakan kondisi di mana terjadi kontraksi pada otot perut, atau di area saluran pancernaan, seperti lambung dan usus. Kedutan bisa terasa ringan hingga parah, dan terasa seperti kram perut. Kedutan pada perut juga bisa terjadi ketika adanya getaran pada otot kecil di perut secara tidak teratur dan tidak terkendali, yang disebabkan oleh stimulasi atau gangguan sistem saraf, kondisi ini secara medis disebut fasikulasi. Kedutan perut ringan umumnya bukan kondisi yang mengkhawatirkan. Namun demikian, kedutan yang parah bisa jadi pertanda kondisi medis yang serius.

Mengenali Penyebab Perut Kedutan

Mengidentifikasi penyebab perut kedutan bisa menjadi langkah awal untuk membantu penanganannya. Berikut ini beberapa kondisi yang bisa menyebabkan perut berkedut:

  • Ketegangan otot
    Aktivitas fisik yang melibatkan otot perut terlalu berat, seperti sit up, bisa menjadi penyebabnya. Selain kedutan, gejala otot tegang lainnya adalah rasa nyeri di perut, dan akan terasa lebih parah ketika bergerak. Jarang berolahraga juga dapat menyebabkan otot tubuh, termasuk otot perut, menjadi berkedut.
  • Dehidrasi
    Kehilangan elektrolit akibat dehidrasi yang disebabkan oleh berkeringat, muntah, dan diare, juga bisa menjadi penyebabnya. Ini terjadi karena otot memerlukan elektrolit, seperti kalsium, kalium, dan magnesium, agar berfungsi dengan baik. Ketidakseimbangan elektrolit pada tubuh, bisa menyebabkan otot-otot bekerja secara tidak normal.
  • Stres dan cemas
    Hormon stres yang dilepaskan oleh otak memiliki dampak besar pada tubuh manusia, termasuk otot. Hormon ini dapat menyebabkan otot perut Anda bergetar atau mengalami kontraksi. Otot yang berkedut karena stres dan rasa cemas berlebihan biasanya sering disebut kecemasan saraf. Ini bisa terjadi di seluruh otot tubuh Anda, tak terkecuali otot perut.
  • Terlalu banyak konsumsi kafein dan merokok
    Mengonsumsi terlalu banyak kafein bisa menyebabkan otot di seluruh bagian tubuh mengalami kedutan dan kram, termasuk otot perut. Demikian juga kebiasaan merokok, kandungan nikotinnya bisa menyebabkan kontraksi pada otot. Meski umumnya terjadi pada kaki, tidak tertutup kemungkinan bisa terjadi juga pada otot perut.

Penyebab perut kedutan dan kram perut lainnya adalah penyakit radang usus, perut kembung karena penumpukan gas di perut, irritable bowel syndrome, gastritis atau gastroenteritis, konstipasi, dan kehamilan. Efek samping obat-obatan, seperti obat golongan diuretik, antidepresan, obat antiepilepsi, dan antipsikotik tertentu, juga dapat menimbulkan efek samping berupa kedutan otot.

Selain itu, perut kedutan dapat juga merupakan pertanda dari penyakit kelainan saraf, seperti:

Perut kedutan umumnya tidak berpotensi membahayakan dan biasanya hilang dengan sendirinya tanpa penanganan khusus. Jika kedutan pada perut semakin sering dan terasa sakit, terlebih jika disertai gejala muntah, nyeri dada, demam, terdapat darah saat buang air besar, dan sesak napas, segeralah berkonsultasi ke dokter.

Terapkan gaya hidup sehat dengan pola makan sehat, cukup tidur, pandai mengelola stres, membatasi asupan kafein, dan berhenti merokok, bisa menjadi langkah tepat untuk mencegah perut kedutan.

Ditinjau oleh : dr. Kevin Adrian

Referensi

" />

Ketahui Penyebab Perut Kedutan di Sini!

Oleh : Sulastri Habeahan on pada 17 Jul 2017, 21:00 WIB

Alodokter  |  Informasi Kesehatan Terlengkap dan Terpercaya

Ketahui Penyebab Perut Kedutan di Sini!

Penyebab perut kedutan bisa beragam, di antaranya karena ketegangan otot, dehidrasi, dan terlalu banyak mengonsumsi kafein. Kedutan pada perut biasanya bukan pertanda kondisi medis serius. Meski demikian, perlu diwaspadai jika kondisi tersebut sudah mulai mengganggu aktivitas, terlebih jika disertai dengan munculnya gejala lain, seperti nyeri perut.

Perut kedutan merupakan kondisi di mana terjadi kontraksi pada otot perut, atau di area saluran pancernaan, seperti lambung dan usus. Kedutan bisa terasa ringan hingga parah, dan terasa seperti kram perut. Kedutan pada perut juga bisa terjadi ketika adanya getaran pada otot kecil di perut secara tidak teratur dan tidak terkendali, yang disebabkan oleh stimulasi atau gangguan sistem saraf, kondisi ini secara medis disebut fasikulasi. Kedutan perut ringan umumnya bukan kondisi yang mengkhawatirkan. Namun demikian, kedutan yang parah bisa jadi pertanda kondisi medis yang serius.

Mengenali Penyebab Perut Kedutan

Mengidentifikasi penyebab perut kedutan bisa menjadi langkah awal untuk membantu penanganannya. Berikut ini beberapa kondisi yang bisa menyebabkan perut berkedut:

  • Ketegangan otot
    Aktivitas fisik yang melibatkan otot perut terlalu berat, seperti sit up, bisa menjadi penyebabnya. Selain kedutan, gejala otot tegang lainnya adalah rasa nyeri di perut, dan akan terasa lebih parah ketika bergerak. Jarang berolahraga juga dapat menyebabkan otot tubuh, termasuk otot perut, menjadi berkedut.
  • Dehidrasi
    Kehilangan elektrolit akibat dehidrasi yang disebabkan oleh berkeringat, muntah, dan diare, juga bisa menjadi penyebabnya. Ini terjadi karena otot memerlukan elektrolit, seperti kalsium, kalium, dan magnesium, agar berfungsi dengan baik. Ketidakseimbangan elektrolit pada tubuh, bisa menyebabkan otot-otot bekerja secara tidak normal.
  • Stres dan cemas
    Hormon stres yang dilepaskan oleh otak memiliki dampak besar pada tubuh manusia, termasuk otot. Hormon ini dapat menyebabkan otot perut Anda bergetar atau mengalami kontraksi. Otot yang berkedut karena stres dan rasa cemas berlebihan biasanya sering disebut kecemasan saraf. Ini bisa terjadi di seluruh otot tubuh Anda, tak terkecuali otot perut.
  • Terlalu banyak konsumsi kafein dan merokok
    Mengonsumsi terlalu banyak kafein bisa menyebabkan otot di seluruh bagian tubuh mengalami kedutan dan kram, termasuk otot perut. Demikian juga kebiasaan merokok, kandungan nikotinnya bisa menyebabkan kontraksi pada otot. Meski umumnya terjadi pada kaki, tidak tertutup kemungkinan bisa terjadi juga pada otot perut.

Penyebab perut kedutan dan kram perut lainnya adalah penyakit radang usus, perut kembung karena penumpukan gas di perut, irritable bowel syndrome, gastritis atau gastroenteritis, konstipasi, dan kehamilan. Efek samping obat-obatan, seperti obat golongan diuretik, antidepresan, obat antiepilepsi, dan antipsikotik tertentu, juga dapat menimbulkan efek samping berupa kedutan otot.

Selain itu, perut kedutan dapat juga merupakan pertanda dari penyakit kelainan saraf, seperti:

Perut kedutan umumnya tidak berpotensi membahayakan dan biasanya hilang dengan sendirinya tanpa penanganan khusus. Jika kedutan pada perut semakin sering dan terasa sakit, terlebih jika disertai gejala muntah, nyeri dada, demam, terdapat darah saat buang air besar, dan sesak napas, segeralah berkonsultasi ke dokter.

Terapkan gaya hidup sehat dengan pola makan sehat, cukup tidur, pandai mengelola stres, membatasi asupan kafein, dan berhenti merokok, bisa menjadi langkah tepat untuk mencegah perut kedutan.

Ditinjau oleh : dr. Kevin Adrian

Referensi

" alt="" width="100%" height="250">

Penyebab perut kedutan bisa beragam, di antaranya karena ketegangan otot, dehidrasi, dan terlalu banyak mengonsumsi kafein. Kedutan pada perut biasanya bukan pertanda kondisi medis serius. Meski demikian, perlu diwaspadai jika kondisi tersebut sudah mulai mengganggu aktivitas, terlebih jika disertai dengan munculnya gejala lain, seperti nyeri perut.

Perut kedutan merupakan kondisi di mana terjadi kontraksi pada otot perut, atau di area saluran pancernaan, seperti lambung dan usus. Kedutan bisa terasa ringan hingga parah, dan terasa seperti kram perut. Kedutan pada perut juga bisa terjadi ketika adanya getaran pada otot kecil di perut secara tidak teratur dan tidak terkendali, yang disebabkan oleh stimulasi atau gangguan sistem saraf, kondisi ini secara medis disebut fasikulasi. Kedutan perut ringan umumnya bukan kondisi yang mengkhawatirkan. Namun demikian, kedutan yang parah bisa jadi pertanda kondisi medis yang serius.

Mengenali Penyebab Perut Kedutan

Mengidentifikasi penyebab perut kedutan bisa menjadi langkah awal untuk membantu penanganannya. Berikut ini beberapa kondisi yang bisa menyebabkan perut berkedut:

  • Ketegangan otot
    Aktivitas fisik yang melibatkan otot perut terlalu berat, seperti sit up, bisa menjadi penyebabnya. Selain kedutan, gejala otot tegang lainnya adalah rasa nyeri di perut, dan akan terasa lebih parah ketika bergerak. Jarang berolahraga juga dapat menyebabkan otot tubuh, termasuk otot perut, menjadi berkedut.
  • Dehidrasi
    Kehilangan elektrolit akibat dehidrasi yang disebabkan oleh berkeringat, muntah, dan diare, juga bisa menjadi penyebabnya. Ini terjadi karena otot memerlukan elektrolit, seperti kalsium, kalium, dan magnesium, agar berfungsi dengan baik. Ketidakseimbangan elektrolit pada tubuh, bisa menyebabkan otot-otot bekerja secara tidak normal.
  • Stres dan cemas
    Hormon stres yang dilepaskan oleh otak memiliki dampak besar pada tubuh manusia, termasuk otot. Hormon ini dapat menyebabkan otot perut Anda bergetar atau mengalami kontraksi. Otot yang berkedut karena stres dan rasa cemas berlebihan biasanya sering disebut kecemasan saraf. Ini bisa terjadi di seluruh otot tubuh Anda, tak terkecuali otot perut.
  • Terlalu banyak konsumsi kafein dan merokok
    Mengonsumsi terlalu banyak kafein bisa menyebabkan otot di seluruh bagian tubuh mengalami kedutan dan kram, termasuk otot perut. Demikian juga kebiasaan merokok, kandungan nikotinnya bisa menyebabkan kontraksi pada otot. Meski umumnya terjadi pada kaki, tidak tertutup kemungkinan bisa terjadi juga pada otot perut.

Penyebab perut kedutan dan kram perut lainnya adalah penyakit radang usus, perut kembung karena penumpukan gas di perut, irritable bowel syndrome, gastritis atau gastroenteritis, konstipasi, dan kehamilan. Efek samping obat-obatan, seperti obat golongan diuretik, antidepresan, obat antiepilepsi, dan antipsikotik tertentu, juga dapat menimbulkan efek samping berupa kedutan otot.

Selain itu, perut kedutan dapat juga merupakan pertanda dari penyakit kelainan saraf, seperti:

Perut kedutan umumnya tidak berpotensi membahayakan dan biasanya hilang dengan sendirinya tanpa penanganan khusus. Jika kedutan pada perut semakin sering dan terasa sakit, terlebih jika disertai gejala muntah, nyeri dada, demam, terdapat darah saat buang air besar, dan sesak napas, segeralah berkonsultasi ke dokter.

Terapkan gaya hidup sehat dengan pola makan sehat, cukup tidur, pandai mengelola stres, membatasi asupan kafein, dan berhenti merokok, bisa menjadi langkah tepat untuk mencegah perut kedutan.


Ketahui Penyebab Perut Kedutan di Sini! | Bang Naga | on 2018-05-14T10:34:00+07:00"/> 4.5
loading...