Alodokter  |  Informasi Kesehatan Terlengkap dan Terpercaya

Mammografi, Ini yang Harus Anda Ketahui

Mammografi atau mammogram adalah tes pemindaian yang dilakukan untuk menangkap gambar jaringan payudara dengan menggunakan teknologi foto Rontgen.

Mammografi digunakan sebagai alat untuk memeriksa dan mendeteksi berbagai bentuk kelainan pada payudara, seperti kanker payudara, tumor, kista payudara, atau penumpukan kalsium (kalsifikasi) pada jaringan payudara. Bagi wanita berusia 40 tahun ke atas atau secara genetik berisiko mengalami kanker payudara, disarankan untuk melakukan mammografi secara berkala.

Meskipun mammografi dianggap sebagai pemeriksaan yang paling efektif untuk mendeteksi kanker payudara secara dini, namun 10-15% kasus kanker payudara tidak dapat terdeteksi pada pemindaian pertama. Pemeriksaan fisik dan pemindaian berulang perlu dilakukan untuk memastikan diagnosis.    

Jenis Mammografi

Berdasarkan tujuannya, mammografi terdiri atas 2 jenis, yaitu:

  • Mammografi skrining (screening mammography). Tes ini dilakukan untuk mendeteksi kelainan pada payudara meskipun tidak terlihat tanda atau kelainan secara kasat mata. Mammografi skrining dilakukan untuk mendeteksi kanker payudara sejak  
  • Mammografi diagnostik (diagnostic mammography). Tes ini dilakukan untuk mengidentifikasi perubahan yang terjadi pada payudara, seperti rasa nyeri, muncul benjolan, perubahan warna kulit di sekitar payudara, penebalan puting, atau keluarnya cairan dari puting. Mammografi diagnostik juga digunakan untuk mengevaluasi kelainan yang sebelumnya didapatkan saat skrining.  

Indikasi dan Kontraindikasi Mammografi

Mammografi disarankan bagi wanita berusia 40 tahun ke atas, setidaknya setahun sekali, khususnya bagi yang memiliki risiko terkena kanker payudara. Bagi wanita yang berisiko tinggi terkena kanker payudara, mammografi skrining dapat dilakukan sebelum usia 40 tahun.

Mammografi juga akan dilakukan ketika terjadi kelainan yang muncul pada payudara, seperti:

  • Muncul benjolan pada payudara.
  • Nyeri pada payudara.
  • Penebalan pada puting.
  • Keluar cairan pada puting.
  • Perubahan pada kulit payudara.

Peringatan Mammografi

Perlu diingat pula bahwa pemindaian mammografi menggunakan radiasi meskipun dalam jumlah rendah. Beri tahu dokter mengenai kondisi kesehatan, obat-obatan yang dikonsumsi, dan jika pasien sedang hamil atau menyusui. Pancaran radiasi dapat mengganggu pertumbuhan janin.

Bagi wanita berusia di bawah 40 tahun, ketepatan hasil tes mungkin akan lebih rendah dikarenakan kelenjar payudara dan jaringan di sekitarnya yang masih tebal, sehingga jaringan payudara tidak terlihat jelas. Hindari juga melakukan tes mammografi saat menstruasi hingga seminggu setelah menstruasi selesai, dikarenakan payudara akan terasa lebih kencang. Hal ini juga berlaku bagi pasien yang pernah menjalani implan payudara. Implan payudara dapat mengganggu hasil pemindaian.

Sebelum Mammografi

Pada umumnya, pasien tidak perlu berpuasa sebelum tes dilakukan. Namun, hindari kafein, seperti kopi, kola, atau cokelat, setidaknya 2 minggu sebelum pemindaian, karena kafein dapat membuat payudara nyeri dan tidak nyaman saat pemeriksaan.

Pada saat pemeriksaan, hindari menggunakan produk kosmetik, seperti deodoran, losion, krim, bedak, serta minyak atau parfum di sekitar payudara dan ketiak. Produk tersebut dapat mengganggu hasil pemeriksaan.

Pasien akan diminta untuk melepas perhiasan dan bahan logam yang dipakai dari pinggang ke atas dan diberikan pakaian khusus untuk dikenakan selama pemeriksaan.

Jika pasien sudah pernah melakukan pemindaian mammografi sebelumnya, disarankan untuk membawa hasil tes tersebut agar dapat digunakan sebagai perbandingan.

Prosedur Mammografi

Dalam prosedur mammografi skrining dan diagnostik, payudara pasien akan ditempatkan ke dalam alat Rontgen dengan kompresor yang akan menekan payudara untuk mendatarkan jaringan di dalamnya. Tes ini dapat dilakukan dalam posisi duduk atau berdiri.

Dalam proses ini, dokter akan meminta pasien untuk menahan napas saat payudara ditekan. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan hasil gambar yang lebih jelas dan mengurangi tingkat paparan radiasi. Pasien mungkin akan merasa tidak nyaman atau nyeri untuk beberapa saat.

Jika hasil pemindaian tidak jelas atau ditemukan kelainan, dokter mungkin akan mengulang tes tersebut. Hal ini umum dilakukan dalam tes mammografi. Pemeriksaan ulang dapat dilakukan secara langsung atau beberapa hari setelah hasil Rontgen keluar.

Keseluruhan pemeriksaan mammografi memerlukan waktu sekitar 30 menit, kecuali ada prosedur tambahan yang perlu dilakukan.

Sesudah Mammografi

Secara umum, pasien diperbolehkan untuk pulang dan beraktivitas sesudah mammografi. Namun jika pasien diberi suntikan penenang, dokter tidak memperbolehkan pasien untuk mengendarai kendaraan, mengoperasikan alat berat, atau mengonsumsi alkohol selama 24 jam. Disarankan untuk menghubungi keluarga atau kerabat untuk menemani dan mengantarkan pasien pulang.

Hasil mammografi akan memperlihatkan kondisi jaringan payudara dan kelainan tertentu, seperti penumpukan kalsium, kelainan sel payudara, tumor, atau kanker dalam bentuk foto Rontgen. Hasil mammografi dapat diperoleh dalam hitungan hari dan akan diberikan kepada dokter yang merujuk, agar dapat dilakukan tindakan lebih lanjut, misalnya mengambil sampel jaringan (biopsi), tindakan operasi, atau kemoterapi.

Komplikasi Mammografi

Mammografi memancarkan radiasi yang sangat rendah. Bagi pasien yang sudah memasuki bulan terakhir dalam masa kehamilan, dokter akan menyarankan untuk menggunakan pakaian berbahan timah untuk menghindari komplikasi pada janin.

Bagi pasien yang menggunakan implan payudara, terdapat potensi kecil di mana penekanan pada payudara dapat merusak atau memecahkan implantasi tersebut. Tindakan operasi lanjutan perlu dilakukan untuk mengganti implan yang rusak.

Ditinjau oleh : dr. Tjin Willy

Referensi

" />

Mammografi, Ini yang Harus Anda Ketahui

Oleh : Sulastri Habeahan on pada 17 Jul 2017, 21:00 WIB

Alodokter  |  Informasi Kesehatan Terlengkap dan Terpercaya

Mammografi, Ini yang Harus Anda Ketahui

Mammografi atau mammogram adalah tes pemindaian yang dilakukan untuk menangkap gambar jaringan payudara dengan menggunakan teknologi foto Rontgen.

Mammografi digunakan sebagai alat untuk memeriksa dan mendeteksi berbagai bentuk kelainan pada payudara, seperti kanker payudara, tumor, kista payudara, atau penumpukan kalsium (kalsifikasi) pada jaringan payudara. Bagi wanita berusia 40 tahun ke atas atau secara genetik berisiko mengalami kanker payudara, disarankan untuk melakukan mammografi secara berkala.

Meskipun mammografi dianggap sebagai pemeriksaan yang paling efektif untuk mendeteksi kanker payudara secara dini, namun 10-15% kasus kanker payudara tidak dapat terdeteksi pada pemindaian pertama. Pemeriksaan fisik dan pemindaian berulang perlu dilakukan untuk memastikan diagnosis.    

Jenis Mammografi

Berdasarkan tujuannya, mammografi terdiri atas 2 jenis, yaitu:

  • Mammografi skrining (screening mammography). Tes ini dilakukan untuk mendeteksi kelainan pada payudara meskipun tidak terlihat tanda atau kelainan secara kasat mata. Mammografi skrining dilakukan untuk mendeteksi kanker payudara sejak  
  • Mammografi diagnostik (diagnostic mammography). Tes ini dilakukan untuk mengidentifikasi perubahan yang terjadi pada payudara, seperti rasa nyeri, muncul benjolan, perubahan warna kulit di sekitar payudara, penebalan puting, atau keluarnya cairan dari puting. Mammografi diagnostik juga digunakan untuk mengevaluasi kelainan yang sebelumnya didapatkan saat skrining.  

Indikasi dan Kontraindikasi Mammografi

Mammografi disarankan bagi wanita berusia 40 tahun ke atas, setidaknya setahun sekali, khususnya bagi yang memiliki risiko terkena kanker payudara. Bagi wanita yang berisiko tinggi terkena kanker payudara, mammografi skrining dapat dilakukan sebelum usia 40 tahun.

Mammografi juga akan dilakukan ketika terjadi kelainan yang muncul pada payudara, seperti:

  • Muncul benjolan pada payudara.
  • Nyeri pada payudara.
  • Penebalan pada puting.
  • Keluar cairan pada puting.
  • Perubahan pada kulit payudara.

Peringatan Mammografi

Perlu diingat pula bahwa pemindaian mammografi menggunakan radiasi meskipun dalam jumlah rendah. Beri tahu dokter mengenai kondisi kesehatan, obat-obatan yang dikonsumsi, dan jika pasien sedang hamil atau menyusui. Pancaran radiasi dapat mengganggu pertumbuhan janin.

Bagi wanita berusia di bawah 40 tahun, ketepatan hasil tes mungkin akan lebih rendah dikarenakan kelenjar payudara dan jaringan di sekitarnya yang masih tebal, sehingga jaringan payudara tidak terlihat jelas. Hindari juga melakukan tes mammografi saat menstruasi hingga seminggu setelah menstruasi selesai, dikarenakan payudara akan terasa lebih kencang. Hal ini juga berlaku bagi pasien yang pernah menjalani implan payudara. Implan payudara dapat mengganggu hasil pemindaian.

Sebelum Mammografi

Pada umumnya, pasien tidak perlu berpuasa sebelum tes dilakukan. Namun, hindari kafein, seperti kopi, kola, atau cokelat, setidaknya 2 minggu sebelum pemindaian, karena kafein dapat membuat payudara nyeri dan tidak nyaman saat pemeriksaan.

Pada saat pemeriksaan, hindari menggunakan produk kosmetik, seperti deodoran, losion, krim, bedak, serta minyak atau parfum di sekitar payudara dan ketiak. Produk tersebut dapat mengganggu hasil pemeriksaan.

Pasien akan diminta untuk melepas perhiasan dan bahan logam yang dipakai dari pinggang ke atas dan diberikan pakaian khusus untuk dikenakan selama pemeriksaan.

Jika pasien sudah pernah melakukan pemindaian mammografi sebelumnya, disarankan untuk membawa hasil tes tersebut agar dapat digunakan sebagai perbandingan.

Prosedur Mammografi

Dalam prosedur mammografi skrining dan diagnostik, payudara pasien akan ditempatkan ke dalam alat Rontgen dengan kompresor yang akan menekan payudara untuk mendatarkan jaringan di dalamnya. Tes ini dapat dilakukan dalam posisi duduk atau berdiri.

Dalam proses ini, dokter akan meminta pasien untuk menahan napas saat payudara ditekan. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan hasil gambar yang lebih jelas dan mengurangi tingkat paparan radiasi. Pasien mungkin akan merasa tidak nyaman atau nyeri untuk beberapa saat.

Jika hasil pemindaian tidak jelas atau ditemukan kelainan, dokter mungkin akan mengulang tes tersebut. Hal ini umum dilakukan dalam tes mammografi. Pemeriksaan ulang dapat dilakukan secara langsung atau beberapa hari setelah hasil Rontgen keluar.

Keseluruhan pemeriksaan mammografi memerlukan waktu sekitar 30 menit, kecuali ada prosedur tambahan yang perlu dilakukan.

Sesudah Mammografi

Secara umum, pasien diperbolehkan untuk pulang dan beraktivitas sesudah mammografi. Namun jika pasien diberi suntikan penenang, dokter tidak memperbolehkan pasien untuk mengendarai kendaraan, mengoperasikan alat berat, atau mengonsumsi alkohol selama 24 jam. Disarankan untuk menghubungi keluarga atau kerabat untuk menemani dan mengantarkan pasien pulang.

Hasil mammografi akan memperlihatkan kondisi jaringan payudara dan kelainan tertentu, seperti penumpukan kalsium, kelainan sel payudara, tumor, atau kanker dalam bentuk foto Rontgen. Hasil mammografi dapat diperoleh dalam hitungan hari dan akan diberikan kepada dokter yang merujuk, agar dapat dilakukan tindakan lebih lanjut, misalnya mengambil sampel jaringan (biopsi), tindakan operasi, atau kemoterapi.

Komplikasi Mammografi

Mammografi memancarkan radiasi yang sangat rendah. Bagi pasien yang sudah memasuki bulan terakhir dalam masa kehamilan, dokter akan menyarankan untuk menggunakan pakaian berbahan timah untuk menghindari komplikasi pada janin.

Bagi pasien yang menggunakan implan payudara, terdapat potensi kecil di mana penekanan pada payudara dapat merusak atau memecahkan implantasi tersebut. Tindakan operasi lanjutan perlu dilakukan untuk mengganti implan yang rusak.

Ditinjau oleh : dr. Tjin Willy

Referensi

" alt="" width="100%" height="250">

Mammografi atau mammogram adalah tes pemindaian yang dilakukan untuk menangkap gambar jaringan payudara dengan menggunakan teknologi foto Rontgen.

Mammografi digunakan sebagai alat untuk memeriksa dan mendeteksi berbagai bentuk kelainan pada payudara, seperti kanker payudara, tumor, kista payudara, atau penumpukan kalsium (kalsifikasi) pada jaringan payudara. Bagi wanita berusia 40 tahun ke atas atau secara genetik berisiko mengalami kanker payudara, disarankan untuk melakukan mammografi secara berkala.

Meskipun mammografi dianggap sebagai pemeriksaan yang paling efektif untuk mendeteksi kanker payudara secara dini, namun 10-15% kasus kanker payudara tidak dapat terdeteksi pada pemindaian pertama. Pemeriksaan fisik dan pemindaian berulang perlu dilakukan untuk memastikan diagnosis.    

Jenis Mammografi

Berdasarkan tujuannya, mammografi terdiri atas 2 jenis, yaitu:

  • Mammografi skrining (screening mammography). Tes ini dilakukan untuk mendeteksi kelainan pada payudara meskipun tidak terlihat tanda atau kelainan secara kasat mata. Mammografi skrining dilakukan untuk mendeteksi kanker payudara sejak  
  • Mammografi diagnostik (diagnostic mammography). Tes ini dilakukan untuk mengidentifikasi perubahan yang terjadi pada payudara, seperti rasa nyeri, muncul benjolan, perubahan warna kulit di sekitar payudara, penebalan puting, atau keluarnya cairan dari puting. Mammografi diagnostik juga digunakan untuk mengevaluasi kelainan yang sebelumnya didapatkan saat skrining.  

Indikasi dan Kontraindikasi Mammografi

Mammografi disarankan bagi wanita berusia 40 tahun ke atas, setidaknya setahun sekali, khususnya bagi yang memiliki risiko terkena kanker payudara. Bagi wanita yang berisiko tinggi terkena kanker payudara, mammografi skrining dapat dilakukan sebelum usia 40 tahun.

Mammografi juga akan dilakukan ketika terjadi kelainan yang muncul pada payudara, seperti:

  • Muncul benjolan pada payudara.
  • Nyeri pada payudara.
  • Penebalan pada puting.
  • Keluar cairan pada puting.
  • Perubahan pada kulit payudara.

Peringatan Mammografi

Perlu diingat pula bahwa pemindaian mammografi menggunakan radiasi meskipun dalam jumlah rendah. Beri tahu dokter mengenai kondisi kesehatan, obat-obatan yang dikonsumsi, dan jika pasien sedang hamil atau menyusui. Pancaran radiasi dapat mengganggu pertumbuhan janin.

Bagi wanita berusia di bawah 40 tahun, ketepatan hasil tes mungkin akan lebih rendah dikarenakan kelenjar payudara dan jaringan di sekitarnya yang masih tebal, sehingga jaringan payudara tidak terlihat jelas. Hindari juga melakukan tes mammografi saat menstruasi hingga seminggu setelah menstruasi selesai, dikarenakan payudara akan terasa lebih kencang. Hal ini juga berlaku bagi pasien yang pernah menjalani implan payudara. Implan payudara dapat mengganggu hasil pemindaian.

Sebelum Mammografi

Pada umumnya, pasien tidak perlu berpuasa sebelum tes dilakukan. Namun, hindari kafein, seperti kopi, kola, atau cokelat, setidaknya 2 minggu sebelum pemindaian, karena kafein dapat membuat payudara nyeri dan tidak nyaman saat pemeriksaan.

Pada saat pemeriksaan, hindari menggunakan produk kosmetik, seperti deodoran, losion, krim, bedak, serta minyak atau parfum di sekitar payudara dan ketiak. Produk tersebut dapat mengganggu hasil pemeriksaan.

Pasien akan diminta untuk melepas perhiasan dan bahan logam yang dipakai dari pinggang ke atas dan diberikan pakaian khusus untuk dikenakan selama pemeriksaan.

Jika pasien sudah pernah melakukan pemindaian mammografi sebelumnya, disarankan untuk membawa hasil tes tersebut agar dapat digunakan sebagai perbandingan.

Prosedur Mammografi

Dalam prosedur mammografi skrining dan diagnostik, payudara pasien akan ditempatkan ke dalam alat Rontgen dengan kompresor yang akan menekan payudara untuk mendatarkan jaringan di dalamnya. Tes ini dapat dilakukan dalam posisi duduk atau berdiri.

Dalam proses ini, dokter akan meminta pasien untuk menahan napas saat payudara ditekan. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan hasil gambar yang lebih jelas dan mengurangi tingkat paparan radiasi. Pasien mungkin akan merasa tidak nyaman atau nyeri untuk beberapa saat.

Jika hasil pemindaian tidak jelas atau ditemukan kelainan, dokter mungkin akan mengulang tes tersebut. Hal ini umum dilakukan dalam tes mammografi. Pemeriksaan ulang dapat dilakukan secara langsung atau beberapa hari setelah hasil Rontgen keluar.

Keseluruhan pemeriksaan mammografi memerlukan waktu sekitar 30 menit, kecuali ada prosedur tambahan yang perlu dilakukan.

Sesudah Mammografi

Secara umum, pasien diperbolehkan untuk pulang dan beraktivitas sesudah mammografi. Namun jika pasien diberi suntikan penenang, dokter tidak memperbolehkan pasien untuk mengendarai kendaraan, mengoperasikan alat berat, atau mengonsumsi alkohol selama 24 jam. Disarankan untuk menghubungi keluarga atau kerabat untuk menemani dan mengantarkan pasien pulang.

Hasil mammografi akan memperlihatkan kondisi jaringan payudara dan kelainan tertentu, seperti penumpukan kalsium, kelainan sel payudara, tumor, atau kanker dalam bentuk foto Rontgen. Hasil mammografi dapat diperoleh dalam hitungan hari dan akan diberikan kepada dokter yang merujuk, agar dapat dilakukan tindakan lebih lanjut, misalnya mengambil sampel jaringan (biopsi), tindakan operasi, atau kemoterapi.

Komplikasi Mammografi

Mammografi memancarkan radiasi yang sangat rendah. Bagi pasien yang sudah memasuki bulan terakhir dalam masa kehamilan, dokter akan menyarankan untuk menggunakan pakaian berbahan timah untuk menghindari komplikasi pada janin.

Bagi pasien yang menggunakan implan payudara, terdapat potensi kecil di mana penekanan pada payudara dapat merusak atau memecahkan implantasi tersebut. Tindakan operasi lanjutan perlu dilakukan untuk mengganti implan yang rusak.


Mammografi, Ini yang Harus Anda Ketahui | Bang Naga | on 2018-05-14T14:33:19+07:00"/> 4.5
loading...