MRI Dapat Membantu Identifikasi Penyakit

Oleh : Sulastri Habeahan on pada 17 Jul 2017, 21:00 WIB


Magnetic resonance imaging (MRI) atau pencitraan resonansi magnetik adalah pemeriksaan yang memanfaatkan medan magnet dan energi gelombang radio untuk menampilkan gambar struktur dan organ dalam tubuh. MRI dapat memberikan gambaran struktur tubuh yang tidak bisa didapatkan pada tes lain, seperti Rontgen, USG, atau CT scan.

Pada tes MRI, bagian tubuh yang akan dipindai ditempatkan pada sebuah mesin dengan magnet yang kuat. Gambar-gambar yang dihasilkan dari MRI berupa foto digital yang dapat disimpan di komputer dan dicetak untuk dipelajari lebih lanjut.

Ini Alasan Dilakukan MRI

MRI adalah salah satu cara dokter memeriksa dan menghasilkan gambar organ, jaringan, dan sistem rangka dengan resolusi tinggi. Hal itu nantinya dapat membantu dokter mendiagnosis berbagai masalah seputar kesehatan Anda. Pemeriksaan MRI juga dapat digunakan sebagai salah satu penentu langkah pengobatan dan mengevaluasi efektivitas terapi.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa Anda harus melakukan MRI, di antaranya:

  • Otak dan saraf tulang belakang
    MRI paling sering digunakan sebagai metode pencitraan otak dan saraf tulang belakang. MRI pada otak juga dapat dimanfaatkan untuk pertimbangan langkah operasi otak dengan melakukan identifikasi area bahasa dan kendali gerakan yang penting. Beberapa penyakit pada otak dan saraf tulang belakang yang dapat didiagnosis dengan MRI, antara lain stroke, tumor, aneurisma, multiple sclerosis, cedera otak akibat kecelakaan, peradangan pada saraf tulang belakang, serta gangguan mata dan telinga bagian dalam.
  • Jantung dan pembuluh darah
    MRI yang dilakukan pada jantung atau pembuluh darah bertujuan untuk melihat beberapa hal, seperti ukuran dan fungsi pada ruang jantung, ketebalan dan gerakan dinding jantung, serta tingkat kerusakan akibat serangan jantung atau penyakit jantung. Selain itu, MRI juga dapat digunakan untuk mendeteksi masalah struktural pada urat nadi, seperti dinding pembuluh darah yang melemah atau sobek, maupun radang dan penyumbatan pada pembuluh darah.
  • Tulang dan sendi
    Pada bagian tulang dan sendi, MRI rupanya dapat membantu mengevalusi kondisi seperti infeksi tulang, kelainan pada tulang belakang dan bantalan saraf tulang belakang, tumor pada tulang dan jaringan lunak, serta peradangan sendi. Juga dapat mengetahui kondisi abnormal pada sendi yang disebabkan cedera fisik akibat kecelakaan atau cedera berulang.
  • Payudara
    MRI dapat digunakan pada wanita yang berisiko tinggi terkena kanker payudara atau bagi mereka yang memiliki jaringan payudara yang padat. Langkah ini efektif untuk memberikan informasi tambahan dalam mendeteksi keberadaan sel kanker payudara selain menggunakan mamografi.
  • Organ internal lain
    MRI juga dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi tumor atau gangguan lain dari berbagai organ tubuh bagian dalam, termasuk hati, ginjal, limpa, pankreas, rahim, ovarium, prostat dan testis.

Memperhitungkan Risiko

Tidak seperti foto Rontgen dan CT scan, MRI tidak menggunakan radiasi sinar-X dalam prosesnya. Ini berarti orang yang rentan terhadap risiko radiasi, seperti ibu hamil, bisa menjalani MRI. Anda yang menjalani prosedur tersebut juga tidak akan merasa sakit.

Hingga kini belum ada bukti terhadap risiko dari medan magnet dan gelombang radio selama penggunaan MRI.

Kemungkinan rasa tidak nyaman akan dirasakan bagi Anda yang memiliki rasa takut berada di ruang tertutup (claustrophobia), yang dapat dibicarakan dengan dokter atau petugas medis yang bertanggung jawab di ruang radiologi. Kemungkinan Anda akan diberikan obat penenang untuk membuat Anda merasa mengantuk dan mengurangi rasa cemas sebelum dipindai.

Yang juga perlu diperhatikan, Pemeriksaan MRI tidak dapat dilakukan pada semua orang. MRI tidak bisa dilakukan pada mereka yang menggunakan alat bantu berbahan logam khusus seperti alat pacu jantung atau pacemaker implan. Selain karena tidak aman, logam itu kemungkinan akan mengganggu gambar yang dihasilkan MRI. Informasikan pada dokter atau petugas medis jika pada tubuh Anda terdapat logam atau alat elektronik, seperti:

  • defibrilator jantung yang ditanamkan
  • katup jantung buatan (artificial heart valves)
  • sendi buatan berbahan logam (metallic joint prostheses)
  • peluru atau serpihan logam

Konsultasi lanjutan diperlukan bagi Anda yang memiliki gangguan fungsi ginjal atau hati sebelum MRI. Ada proses pemindaian MRI yang memerlukan cairan kontras untuk hasil terbaik, namun sebaiknya dihindari atau dibatasi jika memiliki gangguan ginjal atau hati. Jika memiliki tato, Anda juga sebaiknya berkonsultasi sebelum dilakukan pemeriksaan MRI. Tinta pada tato mungkin dapat memengaruhi hasil pemeriksaan.

Langkah Persiapan

Sebelum melakukan pemeriksaan MRI, Anda dapat makan dengan normal dan mengonsumsi obat-obatan seperti biasa, kecuali dokter menyarankan sebaliknya. Pada keadaan tertentu dokter mungkin akan memberikan materi kontras yang disuntikkan melalui pembuluh darah di tangan atau lengan. Materi kontras dapat meningkatkan tampilan gambar untuk detail tertentu pada pemeriksaan MRI.

Sebelum Anda diperiksa, maka Anda akan diminta untuk mengganti pakaian Anda dengan pakaian khusus yang disediakan oleh rumah sakit, serta melepas benda-benda di tubuh Anda. Terutama jika Anda memakai perhiasan, seperti cincin, anting, kalung, jam tangan, atau jepit rambut. Petugas medis juga akan meminta Anda untuk  melepas kacamata, alat bantu dengar, gigi palsu, atau bra dengan penyangga logam yang Anda gunakan.

Proses Pemindaian dengan MRI

Pada bagian tengah mesin MRI yang berbentuk tabung, terdapat tempat tidur yang dapat digerakkan keluar masuk selama pasien diperiksa secara berbaring. MRI akan dioperasikan melalui komputer yang berada di ruangan terpisah demi menghindari medan magnet dari mesin pemindai.

Anda dapat berkomunikasi dengan petugas medis yang mengoperasikan alat MRI melalui interkom dan mereka akan memantau Anda melalui sebuah monitor televisi.

Selama dilakukan pemeriksaan, alat MRI akan mengeluarkan bunyi yang keras saat menghasilkan arus listrik yang dihasilkan kumparan pemindai. Mengenakan penyumbat telinga atau headphone dengan musik, dapat membantu meredam suara.

Hindari bergerak dan upayakan untuk tetap diam selama pemindaian MRI berlangsung, sekitar 15 hingga 90 menit. Durasi tersebut tergantung area tubuh yang diperiksa dan seberapa banyak gambar yang dibutuhkan.

Pada pemeriksaan MRI khusus untuk menilai fungsi otak, Anda mungkin akan diminta melakukan hal tertentu. Misalnya, menekan ibu jari ke arah jari-jari tangan lain, menggosok kertas amplas, atau menjawab pertanyaan sederhana. Tujuannya membantu mengetahui bagian otak mana yang mengendalikan tindakan tersebut.

Apabila tidak menggunakan obat penenang, setelah selesai menjalani proses pemindaian, Anda dapat segera kembali beraktivitas. Meski pemindaian MRI tergolong aman dengan risiko yang kecil, sebagian orang sebaiknya mempertimbangkan kembali penggunaannya. Selalu konsultasikan kepada dokter mengenai perlu atau tidaknya Anda menjalani pemeriksaan MRI di rumah sakit.


MRI Dapat Membantu Identifikasi Penyakit | Bang Naga | on 2017-12-06T16:12:54+07:00 | Rating 4.5
loading...